"Mas Kipli kan punya ilmu silat yang hebat banget," ujar Sora, tangannya yang bebas kini meraba otot dadaku yang bidang. "Musuh sekuat apa pun pasti bisa Mas kalahkan dengan mudah, kan?""Ya... tergantung musuhnya juga, Ra," jawabku, mencoba tetap fokus menahan sensasi geli dan panas yang menjalar di leherku.Sora memajukan wajahnya, meniup pelan leherku yang baru saja dia sapu dengan kuas. Tindakan itu sukses membuat seluruh tubuhku meremang hebat."Kalau Mas Kipli sehebat itu... Sora mau mastiin satu hal," bisik Sora tepat di depan telingaku. "Masalah silat atau bisnis di luar sana, Sora nggak peduli. Tapi kalau di rumah ini, akulah yang paling penting buat Mas, kan? Mas nggak akan biarin wanita lain merebut posisi Sora sebagai yang paling dekat dengan Mas, kan?"Mendengar pertanyaan yang penuh jebakan itu, aku hanya bisa tersenyum pasrah. Aku sadar tidak ada satu pun dari mereka yang biasa-biasa saja. Di balik sikap manjanya, Sora ternyata sangat pintar memanfaatkan keadaan untuk m
Terakhir Diperbarui : 2026-06-11 Baca selengkapnya