"Diva," panggilku pelan."I-iya, Kipli?" Diva langsung mendongak cepat, matanya berbinar penuh kepatuhan."Kamu kan yang paling paham aturan di penthouse ini," ucapku, menatapnya lurus tanpa cela. "Sekarang, menurutmu apa yang harus kamu lakukan buat ngebuktiin ke mereka kalau posisi pimpinan itu udah benar-benar pindah ke tangan saya?"Diva menelan ludah, melirik ke arah Ciska, Sora, Meyden, dan Kanya yang sedang menatapnya dengan senyum menggoda. Wajah Diva memerah kencang, namun tidak ada lagi penolakan di dalam matanya."S-saya... saya bakal layanin Kipli di depan mereka semua..." bisik Diva jujur tanpa sisa gengsi. "Saya mau mereka tahu kalau penguasa penthouse ini cuma kamu, dan saya cuma salah satu wanita pemuas milikmu.""Bagus," jawabku dingin tapi penuh kepuasan. "Lakukan."Diva memajukan tubuhnya tanpa ragu sedikit pun. Wajah cantiknya mendekat ke arah paha dalamku, lalu bibir mewahnya yang basah mulai mendarat halus di sana, memberikan kecupan-kecupan hangat yang perlahan
Read more