Share

BAB 53

Penulis: Prince Molina
last update Tanggal publikasi: 2026-06-11 13:58:47

Meja kerja kayu itu sesekali berderit pelan, tidak kuat menahan beban aktivitas panas kami. Layar monitor di samping kepala Ciska masih terus berkedip, menampilkan angka persentase enkripsi data.

Namun, fokus kami berdua sudah hancur total dari urusan David.

Malam ini, di atas meja kerja ini, hanya ada aku yang sedang menghajar sang manajer angkuh sampai dia tidak berdaya.

"Kipli... aku... aku udah mau... ahhh!" seru Ciska panik, tubuhnya menegang hebat, kedua paha mulusnya menjepit pinggangku
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 70

    "Lama banget sih, Kipli!"Suara cempreng nan merdu khas Kanya menyambutku begitu aku mendorong pintu kedap suara studio rekaman bernuansa neon biru dan merah muda itu. Gadis mungil itu sedang duduk di atas sofa kulit besar, mengenakan headphone nirkabel yang melingkari lehernya, lengkap dengan baju latihan yang agak longgar."Maaf, Mbak Kanya. Tadi jalanan agak padat," jawabku santai, berjalan mendekat.Kanya mengerucutkan bibirnya yang mungil, melipat kedua tangan di dada dengan gaya manja yang khas. "Halah, alasan! Kamu pasti habis sibuk sama Mbak Ciska ya? Atau sama Mbak Diva? Atau malah nemenin Mayden sama Sora?""Nggak, karena jalanan padat," ujarku sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal, berusaha menyembunyikan rasa bersalah karena tebakannya tentang Diva sebenarnya seratus persen akurat.Kanya mendengus, matanya yang bulat menatapku tajam, meneliti penampilanku dari ujung rambut sampai ujung kaki."Kamu ngerasa nggak sih, Kipli? Belakangan ini kamu tuh kayak mengabaikan aku

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 69

    "Kipli... aku... aku udah mau sampai... nggghhh... cepet!" ratap Meyden, tubuhnya mendadak menegang kecil. Kedua paha mulusnya menjepit pinggangku dengan sisa-sisa kekuatan yang dia punya, seolah takut aku akan mengurangi kecepatan."Sama, Mbak... saya juga udah di ujung," sahutku penuh tuntutan.Denyutan di pangkal si bunglon sudah terasa sangat pekat, bersiap meledakkan cairan hangat yang sudah tertahan sejak tadi.Namun, mengingat komitmenku untuk tidak ceroboh dan tidak ingin mengambil risiko, akal sehatku mendadak menyengat di detik-detik terakhir. Tepat sebelum pelepasan itu meledak, aku langsung mencengkeram bahu Meyden dengan kuat."Mbak, awas!"Dengan satu sentakan fisikku yang cepat, aku membalikkan posisi tubuh kami dalam sekejap mata. Meyden terpekik kaget saat tubuhnya kini berpindah posisi menjadi telentang di bawahku, sementara aku langsung menarik paksa si bunglon keluar dari liang hangatnya yang super ketat."Ahhh!" Meyden mendesah kecewa karena merasakan kekosongan y

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 68

    "Iya, aku sengaja nggak pakai apa-apa dari tadi," potong Meyden cepat dengan suara yang semakin serak manja. "Biar kamu nggak usah repot-repot buka punya aku, Kipli."Tanpa membuang waktu lagi, Meyden dengan gerakan lincah melorotka n celana kainku ke bawah bersama dengan celana dalamku, menendangnya kasar hingga terlepas di ujung kaki kasur. Dia juga menarik paksa kemeja putihku yang kancingnya sudah copot, membiarkan tubuh bagian atasku yang atletis dan penuh otot ini terekspos sepenuhnya.Kini, tubuh kami berdua sudah polos tanpa ada penghalang berarti. Meyden kembali memosisikan tubuhnya di atas perutku. Dia memegang si bunglon milikku yang sudah menegang maksimal, keras, dan berdenyut intim dengan jemari lentiknya yang hangat."Siap-siap ya, Kipli..." bisik Meyden, matanya terpejam sesaat menahan sensasi panas saat dia mengarahkan ujung milikku tepat ke liang kehangatannya.Meyden perlahan menurunkan pinggulnya, menekan tubuhnya ke bawah dengan satu gerakan mantap yang memasukkan

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 67

    "Mbak Meyden?!" seruku tertahan, suaraku agak parau karena syok. "Mbak... sejak kapan ada di sini?""Sssttt... berisik banget sih, Kipli," bisik Meyden dengan nada manja yang khas.Aku berniat bangkit berdiri dari kasur untuk menjaga jarak aman, namun pergerakanku kalah cepat. Meyden dengan sigap memegang kedua bahuku, menahanku dengan dorongan yang kuat namun lembut, memaksaku untuk tetap berbaring telentang di atas kasur.Sebelum aku bisa mencerna situasi, Meyden merangkak naik ke atas tubuhku.Dia memosisikan dirinya dengan sangat berani, duduk tepat di atas area selangkanganku. Di mana si bunglon yang sudah terbangun keras dan tegang mengganjal telak di bawah area sensitif miliknya.Meyden yang selalu mengenakan seragam pelayan super seksi seperti itu di dalam penthouse.Bagian kancing atasnya sengaja dibiarkan terbuka lebar, hingga membuat sepasang dadanya yang montok, padat, dan menyembul indah terkespose jelas tepat di depan mataku. Belahan dadanya kelihatan sangat dalam dan se

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 66

    Diva melirik kemejaku yang berantakan, lalu tersenyum miring penuh kemenangan. "Kemeja kamu berantakan banget. Kalau ada yang lihat di lift, pasti tahu kita habis ngapain.""Ya ini gara-gara Mbak Diva narik-narik tadi," balasku sambil memakai kembali jas hitamku untuk menutupi bagian kemeja yang kusut dan kancing yang copot. Setelah jas terpasang kancingnya, penampilanku kembali terlihat rapi seperti seorang pengawal pribadi pada umumnya."Nah, kalau pakai jas begitu kan lumayan ketutup," ujar Diva, kini dia sendiri sedang sibuk menyisir rambut panjangnya menggunakan jari-jari tangannya, lalu mengambil bedak padat dari tas jinjingnya untuk menyamarkan keringat di wajahnya."Lipstik saya aman nggak?" tanya Diva sambil memajukan wajahnya ke arahku.Aku menatap bibir sensualnya yang kini tampak sedikit bengkak dan basah akibat ciuman intens kami tadi. "Agak berantakan di bibir kiri, Mbak. Sama warnanya agak pudar.""Sialan, ini pasti gara-gara kamu lumat terlalu kencang tadi," umpat Diva

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 65

    Mendengar rintihan pasrah dari Diva, gairahku melonjak drastis. Ratapan dari seorang ratu film dewasa termahal yang memohon agar aku menumpahkan segalanya di dalam rahimnya benar-benar godaan yang luar biasa gila.Namun, tepat di saat aku sudah berada di ujung pelepasan, akal sehatku yang tersisa mendadak berputar cepat. Aku teringat siapa wanita yang ada di pangkuanku ini. Dia Diva. Kariernya sedang berada di puncak, dan satu kecerobohan kecil bisa menghancurkan segalanya.Aku menahan pinggulku kuat-kuat, menghentikan hentakan brutal itu secara mendadak tepat di titik terdalam."Kipli... ahhh, kenapa berhenti? Terus... masuk lagi, Kipli..." rintih Diva dengan mata yang sayu dan sayup-sayup berair, menatapku penuh harap."Nggak bisa, Mbak," bisikku dengan napas yang memburu berat, menahan desakan pelepasan yang sudah terasa di ujung."Kenapa? Kamu... nggghhh, kamu mau menyiksa saya?" Diva menggeliat gelisah, mencoba menggerakkan pinggulnya sendiri untuk memancingku kembali bergerak. "

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status