Share

BAB 53

Author: Prince Molina
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-11 13:58:47

Meja kerja kayu itu sesekali berderit pelan, tidak kuat menahan beban aktivitas panas kami. Layar monitor di samping kepala Ciska masih terus berkedip, menampilkan angka persentase enkripsi data.

Namun, fokus kami berdua sudah hancur total dari urusan David.

Malam ini, di atas meja kerja ini, hanya ada aku yang sedang menghajar sang manajer angkuh sampai dia tidak berdaya.

"Kipli... aku... aku udah mau... ahhh!" seru Ciska panik, tubuhnya menegang hebat, kedua paha mulusnya menjepit pinggangku
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 181

    "Bagus," kataku sambil menyunggingkan senyum tipis. "Mbak Meyden, Mbak Kanya... alihkan perhatian pengawal di lorong sayap barat sebentar. Saya butuh alasan buat masuk ke ruang kerja Mbak Ciska.""Gampang," sahut Meyden mantap. "Aku bakal suruh pengawal luar fokus jaga area tangga."Aku mengambil sebuah nampan kayu kecil di atas meja kamar, meletakkan gelas berisi air hangat di atasnya, lalu melangkah keluar kamar dengan raut polos yang sudah terpasang rapi di wajahku.Begitu melewati lorong sayap barat, aku membuka pintu ruang kerja Ciska pelan-pelan.Di dalam ruangan, Ciska tampak seperti orang kesetanan. Berkas-berkas menumpuk berantakan di mejanya, sementara jarinya menari liar di atas keyboard. Wajah cantiknya pucat pasi, peluh dingin menetes di pelipisnya.Dengan alasan membawakan minum, aku berhasil keluar dari kamar dan melangkah masuk ke ruangannya membawa nampan berisi segelas air hangat. Aku memasang raut polos seperti biasa."Mbak Ciska..." panggilku pelan. "Ini minum dulu

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 180

    "Iya, Mbak. Saya paham," balas senyumku tipis. "Mbak Ciska cuma mau jagain saya.""Pinter..." gumam Ciska lega. Dia mengecup bibirku singkat, menyalurkan rasa lega yang membuncah di dadanya. "Duduk aja ya? Biar aku yang selesaikan berkas-berkas dari Diva ini.""Siap, Mbak."Ciska kembali tersenyum manis, lalu lanjut membaca berkas audit di tangannya dengan tenang. Dia kelihatan lega, merasa sudah berhasil memagari dan menyelamatkanku dari masalah besar.Aku menyandarkan punggung ke sofa sambil mengamati wajahnya yang kembali fokus meneliti angka-angka di kertas.Dua hari berturut-turut dia menolakku dengan sangat tegas.Ciska jelas belum percaya sepenuhnya sama aku. Di matanya, aku cuma Kipli si cowok polos berhati emas yang berhasil bikin dia jatuh cinta, tapi sama sekali tidak punya kemampuan buat ngelawan Pihak Atas. Dia merasa dirinya adalah pelindung, sementara aku cuma pihak yang harus diselamatkan.Kepercayaannya padaku baru sebatas perasaan dan gairah, belum menyentuh tingkat

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 179

    "Sistem ini terlalu sensitif. Sekali kamu salah pencet atau kelihatan sama kamera pengawas kalau kamu ngeliatin monitor ini terlalu lama, Diva bakal langsung curiga. Kamu paham kan?""Iya, Mbak... maaf," bisikku sambil menundukkan kepala, pura-pura merasa bersalah.Melihat raut wajahku yang murung, raut kaku Ciska langsung meleleh kembali. Dia menarik napas pelan, lalu merangkulkan kedua lengannya di leherku, berjinjit untuk mengecup pipiku dengan penuh penyesalan."Maaf ya... aku nggak maksud bentak kamu," bisik Ciska lembut tepat di telingaku. "Aku cuma takut banget kamu kenapa-napa. Biar aku yang pusing urus angka-angka ini, kamu cukup fokus jaga diri kamu aja, ya?"Aku mengangguk pelan di bahunya, menyunggingkan senyum tipis yang tersembunyi. “Ciska benar-benar yakin kalau dia lagi jadi pahlawan yang menyelamatkanku”Keesokan harinya, aku mencoba mengujinya sekali lagi lewat sudut yang berbeda.Saat sore hari, ketika Diva sedang berada di lantai bawah bersama Meyden, aku menghampi

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 178

    "Iya! Aku takut setengah mati!" aku Ciska jujur tanpa ragu. "Makanya, nurut sama aku. Biar aku yang urus masalah data. Tugas kamu cuma satu, diam, pura-pura nggak tahu apa-apa di depan Diva, dan tetap aman di sampingku. Paham?""Tapi Mbak Ciska bakal bahaya kalau ngelakuin itu sendirian...""Aku udah lebih berpengalaman soal ini," tukas Ciska cepat, mencoba bersikap tegar meski tubuhnya masih agak gemetar. "Aku tahu cara ngelabui audit Diva tanpa perlu memicu alarm server. Kamu nggak perlu ikut campur urusan teknis ini."Aku sengaja menarik napas panjang, berpura-pura menunjukkan raut wajah yang sedikit tertekan namun terpaksa mengalah."Kalau itu emang kemauan Mbak Ciska... ya udah," kataku pelan sambil menundukkan kepala. "Saya nurut aja."Melihat kepatuhanku, ketegangan di bahu Ciska seketika mereda. Raut wajahnya yang tadinya kaku perlahan melunak kembali. Dia mendekat, berjinjit sedikit lalu mengusap pipiku dengan penuh kelembutan."Maaf ya kalau aku agak galak..." bisik Ciska me

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 177

    Aku merangkulnya pelan, lalu mengecup keningnya yang masih basah oleh peluh. Ciska memejamkan mata, menghembuskan napas panjang yang terasa begitu lega."Makasih ya, Kipli..." bisik Ciska lirih, suaranya terdengar sangat lembut dan serak. "Aku ngerasa lebih tenang sekarang..."tangannya yang gemetar perlahan meraih jariku, menggenggamnya erat di atas dadanya."Soal laporan keuangan dan dana eksperimen itu..." Ciska menatap mataku dengan raut wajah yang kini tampak mantap. "Aku nggak akan biarkan Diva atau Pihak Atas pakai data itu buat nyakitin kamu lagi."Aku menyunggingkan senyum tipis sambil membelai pipinya. "Memangnya Mbak Ciska mau ngapain?""Aku yang pegang semua catatannya, Kipli," jawab Ciska pelan tapi tegas. "Mulai sekarang, biar aku yang atur laporannya. Aku bakal pastikan angka-angkanya kelihatan aman di mata Diva, supaya dia nggak curiga apa-apa."Aku menatapnya lekat-lekat, lalu mengusap pelan rambut panjangnya yang agak acak-acakan. "Mbak Ciska yakin nggak apa-apa?"Ci

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 176

    Ciska menutupi wajahnya, bahunya berguncang hebat."Setiap kali aku ngeliat kamu tersenyum polos... setiap kali kamu bersikap manis ke kita semua di sini... hatiku kayak diiris-iris!" lanjut Ciska terputus-putus."Pasca-kejadian di meja kerja kemarin... aku sadar kalau aku udah nggak bisa bohongi perasaanku lagi. Makin aku berusaha profesional, makin aku jatuh cinta sama kamu... dan aku ngerasa kotor banget udah ikut manfaatin kamu!"Ciska melepaskan cengkeramannya di kemejaku, lalu menyapu air matanya kasar pakai lengan kemeja putihnya yang rapi. Napasnya terengah-engah, matanya memancarkan keputusasaan dan kepasrahan yang begitu dalam."Aku nggak peduli lagi sama perintah Diva... aku nggak peduli lagi sama ancaman Pihak Atas..." bisik Ciska terbata-bata, menatapku dengan mata yang penuh permohonan. "Aku cuma takut kamu benci sama aku, Kipli. Kalau kamu mau marah... marahi aku. Tapi tolong, jangan jauhi aku..."Aku menatap lurus ke dalam matanya yang basah. Dengan perlahan, jemariku

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 3

    "Duh, Mbak... malu saya nyebutnya. Pokoknya banyak lah buat ukuran ojol yang makan warteg aja masih sering utang.""Sepuluh juta? Dua puluh juta? Atau cuma recehan lima juta?""Ya... sekitar sepuluh jutaan kalau dihitung sama bunganya, Mbak. Buat saya itu duitnya bisa buat beli kerupuk se-Bekasi."

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 2

    Preman pertama melayangkan pukulan yang kelihatan lambat di mataku. Tanpa sadar, tubuhku menghindar dengan gerakan yang lentur banget. Tanganku bergerak lincah, kayak lele yang licin saat mau ditangkap."Jurus Kepala Lele!"Bugh!Pukulan lawan kutangkis dengan mudah, lalu sikutku menghantam ulu hat

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 1

    "Ahhh... Emmhh... Terus, Mas... di situ... ahhh..." desahan Diva Prameswari yang serak itu terdengar nyata di telingaku.Dia cuma pakai selembar handuk putih yang melilit longgar, pamer pundak mulusnya di bawah lampu kamar yang remang. Wangi melati dari kulitnya tercium, membuat kepalaku pusing kar

  • Ojol Simpanan Artis Cantik   BAB 8

    "Sekarang coba aku lihat modal kamu," ujar Diva sambil bersandar santai di pinggiran meja riasnya yang penuh lampu. "Mana ponsel kamu? Sini, aku mau lihat.""Hah? Hape saya, Mbak?" Aku mendadak gagap. "Bu-buat apa? Hape saya mah hape kentang, Mbak. Layarnya aja udah retak seribu gara-gara keseringa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status