Pagi itu, pendar sinar matahari menerobos masuk melalui celah gorden tinggi di ruang makan keluarga John, memantul hangat di atas meja kayu mahoni yang dipenuhi hidangan sarapan. Namun, di balik kemewahan dan kehangatan visual ruangan itu, ada atmosfer aneh yang merayap dingin.Hazel duduk menatap piringnya yang masih terisi separuh. Jemarinya yang menggenggam garpu membeku di udara. Saat mengunyah potongan roti panggangnya perlahan, Hazel merasa ada sesuatu yang teramat aneh. Suasana rumah pagi ini begitu tenang, sangat tenang hingga terasa tidak alami, seolah-olah peristiwa berdarah di pelataran butik semalam hanyalah mimpi belakangan. Tak ada satu pun suara piring yang dibanting, tak ada tatapan menghakimi dari ibu tirinya, dan yang paling membingungkan, tak ada suara membentak dari papanya.Sama sekali tidak ada yang menyinggung soal keputusannya membatalkan pernikahan dengan Axel.Padahal, jika mengikut pola normal selama bertahun-tahun Hazel hidup di rumah ini, jika papanya ta
Leer más