Pria paruh baya berjas rapi itu melangkah mendekat dengan gurat wajah yang dipenuhi ketidakpercayaan. John, papa Hazel, menatap putri sulungnya itu dari ujung kepala sampai ujung kaki, seolah sedang melihat orang asing yang tersesat di dalam aula mewah tersebut."Hazel? Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya John, suaranya sarat akan keterkejutan yang nyata. Ini adalah kali pertama dalam hidupnya ia melihat Hazel menginjakkan kaki di acara elite semacam ini.Hazel melemparkan senyum tipis, nyaris tak kentara, sembari mempertahankan postur tubuhnya yang anggun. "Aku hanya sekadar menemani pasanganku malam ini, Pa," jawabnya tenang, sengaja menekankan kata 'pasangan' dengan nada datar.Mendengar jawaban itu, perhatian John seketika beralih pada pria yang berdiri kokoh di sebelah putrinya. Sepasang mata paruh baya itu menyipit, mengamati Arlo dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan menilai yang terang-terangan menunjukkan rasa tidak suka. Ada kilat permusuhan yang tertangkap di
続きを読む