Raras menoleh ke arah sumber suara. Alisnya sedikit mengernyit, ada rasa tak nyaman yang tiba-tiba membanjiri perasaannya. Namun mau tak mau ia berusaha menekan rasa itu. Raras tersenyum kecil dan membalas sapaan itu dengan sopan. "Raden Bagus Arga, senang bertemu di sini. Anda juga ingin berbelanja?" Sapa Raras sembari sedikit membungkukkan badan, memberi salam penghormatan untuk adik dari Sultan Panji itu. "Ah, ya ... hanya sekadar melihat-lihat. Siapa tahu ada yang menarik untuk dibeli." Arga Adiwangsa tersenyum lebar, dengan tatapan yang tak lepas pada sosok berkerudung hitam di depannya itu. "Oh, begitu rupanya. Silakan lanjutkan jika begitu, Raden. Saya permisi." Kata Raras singkat, lalu beranjak dari lapak yang berjualan aksesoris rambut itu. "Ayo, Mbok ... kita lihat-lihat lapak yang lain." Ucap Raras seraya menggandeng tangan dayangnya itu untuk melihat lapak-lapak lain yang masih banyak berjejer di depan sana. Arga Adiwangsa bengong di tempat, saat dia ditinggalkan
آخر تحديث : 2026-08-12 اقرأ المزيد