Seketika Raras membeku mendapatkan pertanyaan yang diajukan oleh sang tabib yang baru-baru ini diketahuinya bernama Nyai Janimah itu. Otaknya berputas cepat, mencoba menggali memori yang dibutuhkan oleh sang tabib tersebut. Ingatan mengenai hari kekalahannya, perjalanan menuju Amartapura, malam-malam bersama sang Sultan seketika bemunculan. Seketika, matanya berkaca-kaca."I-itu ... saya rasa, 6 minggu yang lalu ...." Ucap Raras lirih, nyaris serupa bisikan.Tanpa sadar, tangannya mengelus bagian perut bawahnya yang masih rata dengan tatapan nanar. Air mata yang sempat terbendung itu, sekarang berjatuhan satu persatu."Jadi, alasan Raden Ayu sakit hari ini bisa jadi adalah gejala kehamilan. Untuk hasil pastinya, hamba akan datang memeriksa kembali bulan depan." Kata Nyai Janimah lembut."Karena Raden Ayu masih mual muntah, sebaiknya makan bubur halus dan tidak terlalu berbumbu ataupun pedas. Juga makan dalam porsi kecil, tapi sering." Sambung Nyai Janimah seraya menatap Mbok Lasmi, se
Last Updated : 2026-08-17 Read more