Arina menghela napas lega. Dia membuka kaca jendela mobil, kemudian mengeluarkan telapak tangannya dari celah jendela agar bisa merasakan hembusan angin bebas yang menerpa kulitnya.“Ah, akhirnya aku bisa lepas dari Aryo. Dia juga bisa menikahi Davina.”Senyum puas terukir di wajah Arina. Dia merasa seolah beban berat yang selama ini menekan dadanya telah terangkat. Dia sudah tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi setelah ini. Yang terpenting, dia harus segera mengurus surat perceraian dan menyelesaikan semuanya secepat mungkin.Namun, ketika matanya tanpa sengaja memandang ke luar jendela, sesuatu menarik perhatiannya.Di kejauhan, seseorang dengan wajah yang terasa begitu familiar sedang berjalan memasuki area sebuah hotel bersama seorang laki-laki.Arina spontan menegakkan tubuh.“Pak, tolong pelankan mobilnya.”“Eh, baik, Neng.”Mobil pun melaju lebih pelan. Arina segera mengambil ponselnya dan mengarahkan kamera ke arah dua orang itu. Kebetulan dua orang itu berhenti di
Dernière mise à jour : 2026-08-13 Read More