"Bagus. Jangan coba-coba membohongi kami!" ancam Mawan."Aku nggak akan berbohong."Keheningan kembali menyelimuti ruangan. Tatapan Arina perlahan menyapu wajah Rumi dan Mawan.Dua orang yang selama ini dia panggil Ayah dan Ibu.Orang-orang yang membesarkannya, tetapi tidak pernah benar-benar memberinya kasih sayang. Selama bertahun-tahun dia hidup dengan hinaan, bentakan, dan perlakuan kasar. Kini dia akhirnya mengetahui alasan di balik semua itu.Ternyata dia hanyalah anak yang dipungut dari pinggir jalan. Anehnya, setelah mengetahui kenyataan itu, hatinya justru terasa lebih ringan.Dia tidak lagi berharap dicintai oleh mereka.Karena mulai hari ini, dia memutuskan untuk berhenti menganggap rumah itu sebagai rumahnya.Arina mengusap sudut matanya yang mulai basah, lalu menggenggam tangan Gavin lebih erat."Ayo, Gavin."Gavin mengangguk pelan. Tanpa mengucapkan salam perpisahan, keduanya berbalik menuju pintu.Langkah Arina terasa berat.Setiap sudut rumah itu menyimpan kenangan pah
Dernière mise à jour : 2026-08-02 Read More