"Gavin?"Tanpa berpikir panjang, Arina langsung menerima telepon itu. Dia menempelkan benda pipih tersebut ke telinganya."Halo?""Kamu di mana?" tanya Gavin dari seberang.Arina melirik sekeliling. Dia sudah berada di dalam taksi dan meninggalkan rumah Aryo beberapa menit lalu."Sudah keluar dari rumah Aryo. Barang-barangku juga sudah aku bereskan. Yang penting sudah aku masukkan ke koper. Sisanya akan diambil kurir besok.""Bagus. Langsung ke apartemen."Arina terdiam sejenak. Sebenarnya dia masih merasa tidak enak hati menerima bantuan Gavin. Namun, dia memang tidak punya banyak pilihan.Bisa saja dia menginap di hotel, tetapi kondisi keuangannya saat ini tidak memungkinkan. Dia masih harus memikirkan biaya makan, transportasi, kebutuhan sehari-hari, dan berbagai urusan lain yang belum selesai."Iya," jawab Arina akhirnya.Arina menerima bantuan Gavin. Padahal, dia baru mengenal laki-laki itu. Sekarang, karena keadaan, dia bahkan akan tinggal di apartemen milik Gavin.Dia tahu kepu
Dernière mise à jour : 2026-08-14 Read More