KLIK! Suara logam yang dikokang nyaring bergema, memotong seluruh jeritan dan keos yang baru saja meletup di dalam ruang sidang. Seluruh sipir, polisi pengaman, wartawan, hingga majelis hakim membeku kaku di tempat mereka berdiri. Beberapa petugas yang sudah menarik senjata api mereka mendadak menahan napas dengan sepasang mata membelalak. Pistol hitam yang berhasil dirampas Rey sama sekali tidak diarahkan ke arah hakim, aparat, ataupun pengunjung sidang. Moncong besi dingin itu... tertempel rapat di pelipis kanan Rey sendiri. "JANGAN BERGERAK! REY, TURUNKAN SENJATAMU!" teriak kepala pengaman histeris dengan peluh dingin membanjiri dahi. "JANGAN BERTINDAK BODOH!" Di tengah kilatan lampu kamera wartawan yang membeku dan jeritan panik yang tertahan di udara, Rey berdiri sangat tenang. Tidak ada ketakutan di parasnya yang pucat. Rantai besi di tangannya terasa begitu ringan, seolah-olah seluruh penderitaan, rasa kotor, dan dosa yang menghimpit dadanya selama belasan tah
Read more