"Mbak gila ya?! Mau melabrak Angel?" Tasya meletakkan gelas jus jeruknya dengan hentakan keras, matanya membelalak kaget mendengar jawaban lempeng dari sang kakak."Jangan macam-macam, Mbak Vio! Lexi bisa mengamuk besar kalau tahu kamu mengintimidasi wanita yang sedang dia buru.""Ingat, dia itu Alexis Permana, kalau penyakit ngamuknya kumat, apartemen dan rumahmu bisa dia ratakan dengan tanah!" sambung Tasya memperingatkan dengan nada yang sangat serius.Viona hanya melirik Tasya dengan tatapan The Ice Queen-nya yang legendaris, dingin dan tidak tersentuh. Bibirnya melengkung tipis, membentuk sebuah senyuman datar yang sarat akan dominasi."Aku tidak bilang akan melabraknya, Tasya. Aku hanya akan berbicara dari hati ke hati sebagai sesama wanita," sahut Viona tenang, merapikan lengan blazer marunnya tanpa beban sedikit pun."Jika wanita bernama Angel itu cerdas, dia pasti tahu batasan dirinya di hadapan Permana Group. Menjadi pelampiasan nafsu Alexis untuk sementara waktu mungkin bis
Read more