"Apa maksud pertanyaanmu itu?" tanya Angel, mencoba menyembunyikan getaran gugup di dalam suaranya.Tasya tidak langsung menjawab. Dia justru menarik punggungnya ke sandaran kursi, lalu menopang dagunya dengan satu tangan sambil melempar senyuman tipis yang terlihat sangat menyebalkan di mata Angel."Maksudku? Ya, sederhana saja, Sis," ujar Tasya dengan nada santai, namun setiap kata yang keluar dari mulutnya terdengar seperti hantaman telak yang sangat tepat pada sasarannya."Sebagai seorang supir pribadi, hubungan kalian itu rasanya terlalu dekat. Dekat sekali, malah. Sampai-sampai bisa pergi ke hotel mewah berdua seperti minggu lalu."Deg!Jantung Angel seketika melewatkan satu detak. Wajah cantiknya yang tadi sempat sedikit rileks kini kembali berubah menjadi agak pucat."Lagipula, aku tahu siapa kamu," lanjut Tasya lagi, sengaja memajukan kembali tubuhnya untuk memberikan tekanan mental yang lebih dalam."Kamu itu Angel, istri sah dari pengusaha logistik besar Baron Van Holden. J
Read more