"Cukup! Jaga mulut kalian berdua!" potong Viona tegas, melayangkan tatapan sedingin es yang membuat Clarissa dan Angel bungkam seketika. "Kalian berdua sama saja. Hanya peduli pada ego masing-masing saat Alexis bertaruh nyawa di dalam."Viona memutar tubuhnya menghadap Hendra. Wajahnya mengeras tanpa kompromi. "Hendra, amankan koridor ini. Mulai detik ini, tidak ada satu pun orang luar yang boleh mendekati ruang ICU tanpa izin tertulis dariku atau Bapak. Siapa pun itu."Mendengar perintah mutlak The Ice Queen, Clarissa menyeringai menang ke arah Angel. Namun, senyumnya langsung lenyap saat Viona berbalik menatapnya dengan tajam."Itu termasuk kamu, Clarissa," sambung Viona kaku, suaranya ketat tanpa keraguan. "Statusmu belum resmi. Jadi, kamu juga orang luar di sini. Lebih baik kamu kembali ke hotel bersama ayahmu sampai tim dokter memberikan perkembangan terbaru mengenai Alexis."Clarissa melongo tidak percaya, wajah cantiknya memerah menahan malu. "Tapi Mbak Vio, aku ini calon tun
Read more