Dari balik pembatas kaca steril, Lexi membalikkan tubuhnya sesaat. Ia menurunkan topinya sedikit, menatap lurus ke arah Hendra yang sedang berdebat kusir dengan petugas dengan sorot mata yang penuh kemenangan dan determinasi mutlak."Bilang sama Mbak Vio dan Bapak, Hendra," desis Lexi dari kejauhan, meski suaranya tidak terdengar, namun gerakan bibirnya terbaca jelas oleh Hendra, "aku kembali ke Surabaya."Lexi memutar tubuhnya kembali, melangkah lebar berdampingan dengan Tasya menuju gate keberangkatan pesawat mereka. Langkah kakinya kini terasa jauh lebih mantap. Malam ini, dia akan kembali ke Jawa Timur, siap menembus dinding es milik Angel.....Sementara itu, di waktu yang bersamaan di Jakarta.Atmosfer di dalam salah satu restoran mewah di kawasan mentereng Menteng, Jakarta Pusat, terasa begitu pekat dan mencekam. Di dalam ruangan VIP yang kedap suara, Viona Permana duduk dengan keanggunan yang dingin. Di hadapannya, Clarissa Kensington tampak mengaduk-aduk makanan di piringnya
Read more