Bagi Mahesa Kurda, dunia mendadak berhenti berputar. Suara badai, derit kayu kapal yang hancur, dan tawa melengking Nyi Ratu Baruna menguap dari pendengarannya. Panca indranya hanya menangkap satu hal: riak air tempat tubuh Rara menghilang ditelan lautan.Seumur hidupnya, sang Gusti Penguasa faksi hitam tidak pernah mengenal apa itu rasa takut. Ia telah menari bersama kematian sejak belia, merobek leher musuh-musuhnya sambil tertawa, dan bahkan menertawakan kutukan apinya sendiri. Namun detik ini, saat melihat wanita yang menjadi jangkar kewarasannya diseret ke dasar neraka air, sebuah teror absolut menghantam dada Mahesa hingga menghancurkan seluruh akal sehatnya."RARA!" raungan Mahesa menggelegar, memecahkan gendang telinga siapa pun yang mendengarnya. Itu bukan lagi suara seorang tiran, melainkan raungan binatang buas yang jantungnya baru saja dicabut paksa."Gusti Penguasa! Jangan!" teriak Ki Sura dari sisa-sisa kemudi, merangkak maju dengan putus asa. "Itu Palung Pati! Tubuh
続きを読む