Mendengar kata-kata itu, hati Rara sempat mencelos. Hawa dingin yang menusuk tidak lagi berasal dari lantai batu, melainkan bersumber dari rongga dadanya sendiri. Ketakutan terdalamnya sebagai seorang wanita yang pernah dihancurkan dan dibuang kembali menganga lebar. Trauma masa lalu nyaris menelannya.Kenangan saat ia diabaikan, disiksa, dan tidak diinginkan oleh siapa pun di kehidupan lamanya, perlahan mulai menggerogoti sisa-sisa kewarasannya. Ia mulai memercayai bahwa semua kekuatan dan kemenangannya selama ini hanyalah mimpi indah sebelum kematiannya. Kabut ilusi semakin pekat, menekan mental Rara hingga ke batas absolut. Di dalam kepalanya, suara-suara sumbang dari roh-roh penasaran mulai berbisik, menyuruhnya untuk menyerah pada keputusasaan dan membiarkan sukmanya mati di dalam penjara masa lalu tersebut.Sang Iblis dalam ilusi itu membalikkan badannya, melangkah pergi menembus kegelapan lorong tanpa menoleh sedikit pun, menegaskan pengkhianatan mutlak yang selalu ditak
続きを読む