"A-ampun, Gusti Penguasa..." isak Nyi Surti, membenturkan dahi ke lantai berulang kali. "H-hamba... jatuh dari tangga gandok semalam, Gusti! Lengan hamba patah akibat kesombongan. Semalam hamba bermimpi... Dewa Maut murka karena hamba jahat pada Gusti Ayu Rara. Hamba sedang menebus dosa agar tidak dikutuk, Gusti!"Di ambang pintu, sebelah alis Bayanaka naik. Alasan macam apa itu? Pelayan berhati batu mendadak tobat karena mimpi?Mahesa mendengus sinis, tak sudi mempercayai omong kosong murahan itu. Insting bertarungnya menangkap ada penyusup yang mematahkan lengan pelayan ini. Tapi siapa? Penjagaan Bayanaka berlapis-lapis. Tak ada penyusup yang bisa masuk, menyiksa pelayan, dan keluar tanpa memicu alarm sekte.Mungkinkah... wanita pesakitan ini?Kecurigaan beralih tajam. Sang Iblis melangkah, berdiri menjulang di tepi ranjang. Ia menatap Rara yang tubuhnya semakin gemetar hebat, seolah ingin lebur menyatu dengan dinding kayu."Bayanaka, seret pelayan-pelayan sampah ini keluar. Se
Last Updated : 2026-06-07 Read more