Perintah mutlak sang Iblis tak bisa ditawar. Siang itu juga, seluruh eksistensi Rara dipindahkan secara paksa dari Keputren Ujung Utara menuju Ndalem Candra Dimuka. Transisi itu ibarat bumi dan langit. Jika sebelumnya Rara tidur di atas dipan kayu lapuk dengan lantai papan yang berderit, kini kakinya memijak lantai batu hitam pekat yang digosok licin hingga mengkilap, dilapisi hamparan karpet bulu harimau kumbang yang tebal. Udara berbau tanah basah nan apek telah tergantikan sepenuhnya oleh keharuman gaharu kualitas tertinggi yang menguar dari tungku-tungku perunggu. Di sudut ruangan, berdiri kokoh ranjang kayu jati hitam berukir naga yang dinaungi kelambu sutra emas. Namun, di balik segala kemewahan yang menyilaukan mata itu, Rara justru merasa tercekik. Bagi sang Teratai Berdarah, bangunan megah ini tak lebih dari sekadar penjara berlapis emas yang jauh lebih mematikan daripada ruang bawah tanah berdarah. Nyi Surti dan Nyi Darmi yang ikut diangkut sebagai pelayan pribadi R
Zuletzt aktualisiert : 2026-06-20 Mehr lesen