Suasana mendadak seperti menjebak. Leo akhirnya menarik pinggang Alena, menggapai payung yang jatuh tadi, lalu segera menarik lengan Alena menuju mobilnya. Dalam keadaan sunyi itu, Alena hanya menurut karena memang dirinya tak punya pilihan lain. Tubuh Alena basah kuyup. Leo juga sama. Tapi pria itu selalu menyediakan pakaian ganti di mobil, menjaga waktu agar tidak perlu pulang ketika melakukan meeting dadakan. Tubuh Alena bergetar, menggigil, napasnya terasa sesak bak kekurangan oksigen. Ia memeluk tubuhnya sendiri, duduk dalam keadaan resah, menggesekan kedua telapak tanganya lalu mengusapkannya pada kedua pipinya. Wajahnya menoleh ke samping, Leo baru saja masuk menangkupkan payung lipatnya. Ia menatap Alena sekilas, hawa dingin semakin mencengkram suasana dalam mobil. Leon menghela napas. Saking dinginnya, napas itu bak asap yang tertiup. Menatap Alena membuat dirinya menggelengkan kepala berat, sementara tangganya sibuk melepaska
Read more