"Gerah, sayang. Panas banget tiba-tiba padahal kamar ini Ac'nya udah nyala," seru Aston tubuhnya yang sudah mulai resah. Alena menggigit bibir bawanya melihat dari layar ponsel, tubuh kekar Aston yang membuatnya candu. Alena merunduk, mendekatkan wajahnya pada layar ponsel, membuat belahan dadanya terbuka jelas, apalagi malam itu Alena tak mengenakan bra ketika tidur. "Sayang, jangan dekat-dekat dong! Ada yang bergerak nih di bawah," bisik Aston menahan gejolak gairah yang menjebak. Alena tertawa nyaring. Ia menyingkirkan bantal tidurnya, lalu menggapai lotion di atas nakas. Dengan gerakan lembut cukup teratur, seolah model cantik itu ingin memancing hasrat sang Dokter. Alena menuangkan lotion tadi pada telapak tangannya. Ia ratakan pada betis kakinya turun, dan naik lagi sampai pahanya. Aston meneguk ludah kasar. Jantungnya berpacu kuat. Keringat panas mulai membasahi kepalanya. "Sayang, ngilu banget! Jangan
Read more