Aston merengkuh pinggang Alena, menempelkan bibirnya penuh sensi dalam. Pria itu berlahan mulai memejamkan mata, menikmati kehangatan serta manisnya bibir sang pujaan yang sudah lama tidak ia rasakan akhir-akhir ini. Rengkuhan tangan Aston semakin menarik dekat, membuat tubuh Alena tersentak ke depan, membuat dua aset bulatnya menghantam dada bidang Aston. Ia mencoba sadar, pikirannya mengetuk hati, mencoba menahan hasrat gila itu, tapi nyatanya Alena tak mampu menghentikan decapan Aston. Sebaliknya. Hati Alena sangat menginginkan lebih. Sentuhan itu, malam panjang yang mereka lewati penuh keringat. Ia terpaku dalam waktu yang enggan bergerak. Tubuhnya merespon, bergidik pelan, membuat libidonya naik tanpa diminta. Alena mulai memejamkan mata. Aston meminta masuk lebih dalam, ia memberi akses, membuka perlahan bibirnya, hingga... Emphhh... Hening. Hanya suara decapan. Napas yang tertahan
Read more