分享

BAB 26

作者: RAJJA-M
last update publish date: 2026-06-18 12:15:17
Makan malam itu selesai tanpa pengumuman, hanya piring yang perlahan kosong dan lilin yang sudah memendek hampir separuhnya.

Isabela meletakkan sendoknya. Mengambil gelas, minum beberapa tegukan panjang yang sangat memuaskan.

Lalu, tanpa benar-benar memutuskan untuk melakukannya, ia bersandar ke sandaran kursinya.

Punggungnya merosot pelan. Bahunya turun. Tangannya bergerak sendiri ke perutnya, mengusapnya sekali, dua kali, dengan ekspresi orang yang baru saja menyelesaikan sesuatu yang sangat m
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (1)
goodnovel comment avatar
Amel
Keren alur dan cerita nya,, lanjut thor,, semangaatt
查看全部評論

最新章節

  • TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA   BAB 67

    Mobil berhenti tepat di depan kantor polisi. Begitu petugas jaga di depan gerbang melihat pelat mobil yang terparkir, sikapnya berubah seketika, ia buru-buru berdiri tegak dan membungkuk hormat. Beberapa petugas lain yang kebetulan berada di halaman ikut menunduk, saling berbisik begitu menyadari siapa pemilik kendaraan itu.Enzo keluar dari mobil dengan tenang, seolah tak menyadari atau tak peduli dengan keributan kecil yang timbul karena kehadirannya. Ia berjalan ke sisi lain, membuka pintu, lalu tanpa banyak bicara mengangkat tubuh Elena dan menaruhnya di atas bahunya begitu saja."Turunkan aku! Bajingan, turunkan!" Elena meronta, tangannya memukul-mukul punggung Enzo, kakinya menendang ke udara. "Tolong! Ada yang bisa tolong aku, tidak? Pria ini menculikku!"Beberapa petugas yang berdiri di dekat pintu masuk hanya melirik sekilas, lalu kembali sibuk dengan urusan masing-masing, seolah pemandangan seorang wanita diangkut di atas bahu bukan sesuatu yang perlu ditanggapi serius, apal

  • TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA   BAB 66

    Suasana di dalam kabin mobil terasa pengap, diisi oleh napas memburu dan ketegangan yang kian menumpuk. Elena sama sekali tidak tinggal diam. Tangan kanannya memang terikat erat oleh necktie ke pergelangan Enzo, tetapi tangan kirinya masih bebas bergerak leluasa.Tanpa suara, ia menyelipkan tangan itu ke dalam tas, meraba layar ponsel secara buta sementara matanya tetap lurus ke depan seolah tak terjadi apa-apa. Jemarinya bergerak cepat mengetik pesan darurat untuk Isabela, mengirimkan kabar bahwa dirinya tengah dibawa pergi menuju kantor polisi.Namun, Enzo yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik wanita di sampingnya mulai curiga saat melihat Elena mendadak terlalu tenang. Pria itu melirik sekilas ke samping dan mendapati pantulan cahaya kecil dari layar ponsel yang tersembunyi di balik tas.Tanpa aba-aba, tangan bebas Enzo terulur cepat dan merampas ponsel itu dari genggaman Elena. Tapi terlambat, layar ponsel menunjukkan status pesan telah terkirim."Kembalikan!" Elena berusaha m

  • TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA   BAB 65

    Isabela sudah menghabiskan setengah pagi menunggu, dan begitu jam menunjukkan waktu yang cukup sopan untuk keluar rumah, Elena sudah lebih dulu berdiri di depan gerbang dengan kacamata hitam besar dan senyum lebar yang tidak bisa disembunyikan."Ayo, aku sudah bosan di rumah," ujar Elena, menarik lengan Isabela sebelum ia sempat protes. "Lagipula kau butuh jalan-jalan, anggap saja olahraga setelah drama makanan mahal dari bos seksimu itu.""Itu bukan drama," Isabela membela diri, meski pipinya sedikit memerah mengingat kotak makanan seharga delapan ratus real itu masih tersimpan rapi di atas lemari es rumahnya, seolah kotak kosong itu sendiri adalah bukti sesuatu yang tidak ingin ia akui."Terserah kau menyebutnya apa." Elena sudah membuka pintu mobil, melambai agar Isabela cepat masuk. "Yang jelas kita ke mall sekarang. Aku butuh cuci mata, dan kau butuh berhenti memikirkan dua laki-laki sekaligus.""Memikirkan dua laki-laki? Omong kosong. Dengarkan aku, aku hanya akan mencintai Theo

  • TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA   BAB 64

    Konvoi keluar dari jalan tol dua puluh menit sebelum tengah hari, berbelok ke simpang tanpa nama yang hanya dikenali oleh mereka yang memang perlu mengenalinya. Jalan tanah, lalu pagar baja setinggi tiga meter berdiri di antara pepohonan, kawat listrik berkilau tipis di bagian atasnya. Pos jaga bergerak sekali, mengonfirmasi, dan pagar itu membuka tanpa suara.'Kawasan Fantasma.'Di dalam gerbang, sebuah truk kontainer besar baru saja berhenti di dekat gudang utama, mesinnya masih berdengung rendah. Beberapa pria berseragam tanpa identitas bergerak cepat di sekelilingnya, satu memberi aba-aba dengan tangan, yang lain menyambungkan derek portabel ke bagian atas kontainer. Rantai berdenting. Logam bergesekan dengan logam.Mobil Cane melambat, sejajar sesaat dengan truk itu sebelum berbelok ke jalur yang berbeda.Cane menatap ke luar jendela, tidak lama, hanya cukup untuk melihat tulisan samar di sisi kontainer yang sengaja dibuat tidak terbaca dari jarak jauh. Salah satu penjaga menoleh

  • TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA   BAB 63

    "Biar kubantu." Cane ikut masuk, tubuhnya menutup pintu hingga orang-orang di luar tak bisa lagi melihat apa yang terjadi di dalam.Cane melihat Isabela yang masih sibuk mencari-cari di dalam mobil, alisnya bertaut bingung tak menemukan apa pun. Ia hanya menatapnya sejenak dalam diam, seolah menikmati betapa tidak sadarnya gadis itu akan apa yang akan terjadi berikutnya.Tanpa aba-aba, satu tangannya sudah menangkup tengkuk Isabela, jemarinya menyusup ke helai rambutnya dengan cengkeraman yang cukup kuat untuk membuat gadis itu tak bisa menoleh ke mana pun selain padanya. Bibir mereka bertemu sebelum Isabela sempat mengeluarkan satu kata pun.Ciuman itu tidak lembut. Ada sesuatu yang lapar di dalamnya, seolah Cane sudah menahan diri terlalu lama dan kini tak berniat lagi bersikap sabar. Isabela mencoba mundur secara refleks, punggungnya menabrak sandaran kursi, tapi tangan Cane yang lain sudah melingkar di pinggangnya, menariknya lebih dekat alih-alih memberinya ruang untuk lari.Napas

  • TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA   BAB 62

    Elena baru saja menyalakan mobil ketika Isabela tiba-tiba mencengkeram lengannya, wajahnya berubah tegang seketika."Elena, kita harus cepat, gawat, ini gawat," ujar Isabela, suaranya nyaris panik tanpa sempat memberi penjelasan lebih lanjut."Aduh, ada apa denganmu, santai saja. Kau membuatku kaget." Elena menginjak gas sebelum sabuk pengaman Isabela sepenuhnya terkunci.Mobil melesat keluar dari area parkir dengan decitan ban yang membuat dua orang di trotoar menoleh kaget. Isabela mencengkeram pegangan pintu erat-erat, buku-buku jarinya memutih."Elena, pelan-pelan.""Kalau pelan-pelan, nenekmu bakal bertemu Presiden Cane sebelum kita sampai di sana." Elena membelokkan setir tajam ke kanan, menyalip sebuah angkutan umum lokal yang berhenti mendadak di lampu merah. "Tenang saja, aku sudah biasa."Isabela tidak yakin itu kalimat yang menenangkan.Di persimpangan berikutnya, sebuah motor memotong jalur mereka tanpa aba-aba. Elena membanting setir, ban berdecit keras, spion kiri nyaris

  • TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA   BAB 5

    Di lantai paling atas gedung BRN Corporation, keheningan terasa berbeda. Lebih tebal. Lebih dingin. Seperti udara pun sudah belajar untuk tidak bersuara sembarangan di ruangan ini.Cane duduk bersandar di kursi kulit hitamnya yang besar—punggung tegak, satu kaki bertumpu santai di atas lutut lainny

  • TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA   BAB 4

    Sinar matahari São Paulo tidak mengenal basa-basi. Ia masuk melalui celah gorden dengan cara yang agresif, menusuk tepat di kelopak mata Isabela yang masih terpejam. Ia melenguh pelan, meraba nakas dengan gerakan malas mencari ponselnya.Layar menyala.09.15.Jantungnya berhenti."Tuhan! Aku mati!"

  • TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA   BAB 3

    Di tempat yang sangat berbeda—puncak menara BRN Corp—kesunyian terasa seperti sesuatu yang sengaja diciptakan. Bukan sepi karena tidak ada orang, tapi sepi karena tidak ada yang berani bersuara lebih dari perlu. Aroma maskulin yang tajam, jejak parfum berat, dan asap cerutu mahal menyatu dalam udar

  • TERJERAT OBSESI TUAN MAFIA   BAB 2

    Satu Tahun Kemudian — São PauloLangit tengah hari membentang terik di atas barisan gedung tinggi São Paulo, memantulkan cahaya putih menyilaukan pada kaca-kaca jendela yang seolah berpijar. Kota ini tidak membawa aroma laut seperti Rio—yang ada hanya wangi aspal panas, tajamnya kopi yang baru dise

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status