Baru saja Karin menyelesaikan mandinya, pintu rumah terdengar diketuk. Ia mempererat ikatan kimono handuk, lalu berjalan mengintip melalui jendela, siapa tamu di luar sana. Leonard melambaikan tangan, Karin mengembuskan napas, lalu membuka pintu.“Bunga untukmu, Sayang.” Leonard memberikan sebuket bunga mawar pink.“Terima kasih.” Karin mengambilnya. “Kenapa kamu di sini?”“Aku bawa makanan.” Leonard mendorong Karin mundur ketika melihat kekasihnya tidak berniat menyuruhnya masuk.“Aku terima makanannya. Sekarang, pergi dari sini,” ucap Karin, ia sengaja melebarkan pintu agar Leonard segera pergi.Leonard berjalan mendekat, meraih pintu dan menutupnya rapat. Ia bahkan menguncinya. “Malam ini, aku menginap di sini. Aku juga belum pernah menginap di sini.”“Oh, bukankah sudah ada wanita lain di sisimu? Dia cantik, lembut, kenapa malah di sini?” tanya Karin.“Aku isyaratkan kalau kamu cemburu.” Leonard menarik pinggang Karin, lalu kekasihnya meronta.“Lepaskan aku, Leonard.”“Aku tidak m
Last Updated : 2026-09-14 Read more