Setelah sampai di penginapan, Wulan merasa jantungnya berdegup kencang karena masih merasakan sisa-sisa ketegangan dari kejadian beberapa menit yang lalu. Kini ia berbaring di ranjang dengan dada kempang kempis setelah berlari sekuat tenaga.“Gara-gara Mas Santoso, sih!” protes Wulan kepada Santoso. “Hampir saja kita ketangkap, kan?” imbuhnya dengan raut muka yang nampak kesal.Mendengar protes Wulan, Santoso hanya tertawa kecil, lalu menghempaskan tubuhnya di samping perempuan tersebut. Ia pun segera mendekatkan wajahnya dan mulai mendaratkan kecupan manja kepada kekasih gelapnya itu. “Sudah kebelet tadi, Dik, nanggung kalau ndak dilanjutkan,” jelas Santoso sembari membelai rambut Wulan. “Sudah nggak tahan, Dik. Lagi pula, akhirnya kita aman, kan?”
آخر تحديث : 2026-08-09 اقرأ المزيد