"Eh—maaf, gak sengaja," ucap Pak Agus buru-buru sembari melepas genggaman tangannya. "Maaf, ya! Saya kira tadi pegang perseneleng, eh ternyata tangan Wulan," imbuhnya sembari tertawa renyah.Wulan sebenarnya merasa geli, namun ia masih merasa malu jika harus tertawa lepas. Akan tetapi, entah disengaja atau tidak, sentuhan tangan Pak Agus tersebut membuat darahnya mengalir semakin deras.Setelah mobil kembali melaju, suasana pun kembali hening. Wulan hanya mendengar deru kendaraan di luar sana yang berlalu lalang.
Last Updated : 2026-09-05 Read more