Kenangan makan malam di lantai dua bersama Pak Agus terus terngiang di kepala Wulan saat menatap tempat itu dari bawah. Perasaannya menjadi campur aduk, antara senang karena mendapat kesempatan untuk berbincang hangat dengan sang bos dan merasa bersalah karena telah lancang duduk di tempat yang semestinya untuk Bu Nana.Malam tadi, sepulang dari tempat tersebut, Wulan berulang kali memikirkan tentang kejadian tersebut. Ia berusaha keras agar dirinya tak merasa bersalah dengan menganggap semua itu hanyalah cara dia untuk menjalankan tugas yang dibebankan oleh sang bos."Sini, Wulan!" panggil Sari dari depan pintu ruangannya.Setelah mendengar panggilan sahabat karibnya, Wulan bergegas mendatangi tempat tersebut. Ia melangkahkan kaki sambil melirik ke kanan dan ke kiri, bukan takut siapa pun, melainkan ia menganggap jika panggilan tersebut tidak biasa. Hal itu karena Sari tak nampak seperti biasanya yang selalu memanggilnya dengan suara lantang, kali ini ia memanggilnya dengan suara yan
Last Updated : 2026-09-12 Read more