"Dua bungkus?" celetuk Mbok Sumi, senyum godanya bermekar. "Banyak amat makannya, Dru? Atau... ada tamu di gubukmu?"Deg!Jakun Badru naik turun kaku. Pikirannya seketika melayang pada Binar yang menunggunya di gubuk. Rahangnya mengetat kencang.'Apes... Orang desa mah jeli amat kalau nanya,' batin Badru meringis."Saya lapar banget, Mbok. Dari siang belum makan benar," elak Badru cepat, suaranya tetap rendah dan dingin. "Makanya beli dua sekalian."Mbok Sumi terkekeh pelan, menyodorkan dua bungkus nasi hangat yang sudah diikat tali bambu. "Halah, ya sudah atuh! Nih nasinya, masih ngebul.""Nuhun, Mbok," pungkasi Badru pendek.Srek... Srek...Badru menyambar dua bungkus nasi itu, berbalik, lalu melangkah cepat meninggalkan warung Mbok Sumi. Ia tidak membuang waktu, menyusuri jalan setapak yang gelap menuju gubuk bambunya.'Semoga Binar gak berulah di dalam,' gumam Badru dalam hati, memusatkan pandangannya ke depan.Srek...Begitu sampai di pekarangan belakang gubuknya, Badru memantau
Read more