“RIN!! Kamu baru datang?” suara Tirta terdengar dari belakang Airin.Airin menoleh, memutus tatapan kebencian Rani. Ia memutar tubuhnya dan melihat Tirta sedang berdiri di depannya.“Iya, Dok.”“Kebetulan sekali aku ada perlu denganmu. Ayo, ke ruanganku sebentar!!”“Iya, Dok.”Tirta berjalan lebih dulu. Airin menoleh ke Bu Wulan dan Rani.“Saya duluan ya, Tante, Mbak Rani.”“Iya, Rin,” jawab Bu Wulan.Rani memperhatikan cara Tirta menunggu Airin yang sempat tertinggal beberapa langkah. Dokter itu bahkan tersenyum begitu Airin menghampirinya.Entah kenapa, pemandangan sederhana itu membuat dada Rani terasa tidak nyaman. Seolah ada kedekatan yang tidak ia ketahui di antara keduanya.“Ran!!”Panggilan Bu Wulan menginterupsi lamunannya.“Iya, Ma.”“Ayo, buruan. Katamu Dokter Subarjo sudah menunggu
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-09-16 อ่านเพิ่มเติม