Nayla hanya berniat menjalankan tugas. Namun sejak memasuki aula, ia merasa dirinya sedang diperiksa seperti sebuah barang berharga di pasar pelelangan.Ibu Suri Nadira meletakkan jemarinya yang keriput di atas meja marmer, matanya menyipit tajam menatap posisi berlutut Nayla."Berdirilah, Gadis Pelayaan. Maju tiga langkah lebih dekat ke arah meja perjamuan ini," perintah Nadira dengan suara parau yang berat.Nayla menurut dengan gerakan yang teratur dan tenang. Ia melangkah maju tepat tiga kali, lalu menghentikan kakinya dengan posisi tegak, menatap lantai marmer dengan sopan."Katakan padaku, apa sebenarnya tugas utamamu di dalam ruangan pribadi anakku ini?" tanya Nadira memancing."Hamba hanya bertugas menyusun lembaran perkamen arsip lama, mengganti tinta pena bulu, dan memastikan lilin serta lampu minyak menyala dengan baik, serta penyiapkan segala kebutuhan sultan.Yang Mulia Ibu Suri," jawab Nayla sederhana.Jemarinya bertaut rapi di depan gaun pelayannya yang bersahaja, mempert
Last Updated : 2026-09-02 Read more