Sultanah Mariam mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang berubah di istana. Namun perubahan itu bukan pada Nayla, melainkan pada Sultan. Selama beberapa hari terakhir, Sultan semakin sering meminta Nayla berada di ruang kerjanya. Bukan hanya untuk menyiapkan dokumen atau makanan, tetapi juga untuk mendengarkan pendapatnya. Dan bagi Sultanah, hal itu mulai menjadi sesuatu yang harus diperhatikan.Sultanah Mariam berdiri anggun di balkon paviliun pribadinya, memandangi pantulan gemericik air mancur di taman tengah istana. Wajahnya tampak begitu tenang tanpa riak emosi, namun sepasang matanya yang tajam menyimpan kalkulasi politik yang sangat mendalam.Di belakangnya, seorang dayang kepercayaan berdiri mematung dengan kepala tertunduk patuh, menunggu perintah dari sang penguasa harem.Sultanah membalikkan badan perlahan, jubah sutra ungunya menyapu lantai marmer putih dengan desiran halus."Katakan padaku, apa yang dilakukan gadis desa itu akhir-akhir ini?" tanya Sultanah Mariam dengan nad
Terakhir Diperbarui : 2026-08-12 Baca selengkapnya