"Buka pintunya."Suara berat Panglima Rafiq menggema rendah, membelah kesunyian yang mencekam di sepanjang lorong remang-remang asrama pelayan.Tidak ada nada bentakan kasar, tidak ada pula ancaman yang meledak-ledak keluar dari bibirnya yang kaku.Namun, justru ketenangan itulah yang membuat puluhan pelayan wanita yang berkumpul di depan kamar Nayla serempak menahan napas mereka.Untuk pertama kalinya, Panglima Rafiq datang ke asrama bukan sebagai sosok pelindung tangguh, melainkan sebagai seorang penyelidik resmi kesultanan Al-Qamar.Lorong asrama yang biasanya sunyi kini telah dikepung oleh puluhan pelayan, Beberapa prajurit berzirah besi lengkap tampak berdiri kaku dengan bilah pedang di pinggang, memblokade setiap akses jalan keluar agar tidak ada sabotase bukti.Di ujung selasar, Selir Safiya muncul melangkah anggun bersama Layla, Jihan, dan Amira, melipat tangan di dada.Selir Safiya menolehkan kepalanya sedikit, berbisik pelan di balik kipas sutranya kepada Layla."Akhirnya, mo
Terakhir Diperbarui : 2026-07-21 Baca selengkapnya