"Tuan Marlon Pramudya, atas perintah langsung Mayjen Handoko, Anda dinyatakan bebas murni dan seluruh nama baik Anda telah dipulihkan!" ucap perwira militer itu lantang.Suara Letnan Kolonel Hermawan yang baru saja tiba di area rutan bergaung keras, memantul di antara dinding-dinding beton halaman dalam Polres. Kepala Rutan dan para perwira polisi yang berdiri di sekitarnya hanya bisa menunduk dalam-dalam, tidak berani menatap wajah Marlon yang kini berdiri tegak di tengah lorong keluar.Marlon tersenyum tipis. Ia perlahan bangkit berdiri dari posisi terakhirnya, merapikan pakaian tahanan oranye yang sedikit kusut sebelum menggantinya dengan kemeja bersih yang dibawakan oleh Walfred di dalam ruang transit. Dengan gerakan tangan yang tenang, ia mengancingkan lengan kemejanya satu per satu, menunjukkan ketenangan luar biasa yang kontras dengan kepanikan orang-orang di sekitarnya."Terima kasih atas konfirmasinya, Letkol," ujar Marlon, suaranya terdengar jernih dan berwibawa. Ia melirik
Magbasa pa