Suasana di dalam laboratorium utama Megah Hardiyata Group terasa begitu mencekam. Di luar pintu kaca yang terkunci rapat, beberapa prajurit militer berseragam loreng berjaga dengan senjata lengkap, memastikan tidak ada satu pun orang luar yang mengganggu proses krusial ini.Pip!Marlon menekan tombol pada timbangan analitis digital. Ia menggunakan sendok spatula kecil untuk mengambil bubuk murni dari botol reagen, lalu meletakkannya di atas piringan timbangan dengan tangan yang sangat stabil. Angka digital di layar bergerak dan berhenti tepat di angka 0,025 gram."Erinka, masukkan cairan fraksi etanol murni ke dalam tabung reaksi nomor empat," instruksi Marlon tanpa menoleh, matanya tetap terfokus pada angka timbangan. "Pastikan volumenya pas lima puluh mililiter. Jangan kurang, jangan lebih.""Baik, Marlon. Lima puluh mililiter, sedang aku takar," jawab Erinka dengan suara yang sedikit bergetar namun penuh konsentrasi. Ia mengangkat silinder ukur setinggi mata, meneteskan cairan ters
Read more