Klek.Pintu geser otomatis ruang isolasi utama RS Medika Utama terbuka perlahan. Marlon melangkah keluar terlebih dahulu, diikuti oleh Erinka yang masih membawa catatan rekam medis pasien. Di lorong luar yang luas, suasana yang tadinya tegang kini berubah menjadi sangat hening. Puluhan pasang mata, mulai dari perawat muda hingga jajaran direksi rumah sakit, tertuju lurus pada sosok Marlon.Di barisan paling depan, Dokter Januar bersama tiga profesor senior dari komite medik rumah sakit berdiri kaku. Begitu melihat Marlon mendekat, Dokter Januar menarik napas dalam-dalam, menegakkan posisi tubuhnya, lalu melakukan gerakan yang membuat seluruh staf rumah sakit terbelalak tidak percaya.Pria paruh baya dengan gelar akademis berderet itu membungkukkan punggungnya sedalam sembilan pukul derajat tepat di depan Marlon."Tuan Marlon Pramudya," ucap Dokter Januar dengan suara yang bergetar namun terdengar jelas di sepanjang koridor. "Saya, atas nama seluruh tim dokter senior dan komite medik R
Baca selengkapnya