"Andhika, di mana sisa sampel yellow pil gelombang pertama yang belum dikirim ke rumah sakit?" tanya Sugalih tanpa menoleh, matanya mulai menyalakan lampu pada mikroskop di atas meja riset.Andhika yang masih gemetar segera menegakkan tubuhnya, berjalan terburu-buru menuju lemari pendingin di sudut ruangan. Dengan tangan yang masih bergetar hebat, ia menarik keluar sebuah wadah kaca berisi beberapa belas butir kapsul berwarna kuning pekat, lalu meletakkannya di samping Sugalih."Ini... ini sisa sampelnya, Galih..." ucap Andhika dengan suara berbisik, matanya menatap penuh harap ke arah adiknya.Sugalih mengambil sebutir kapsul menggunakan pinset, menatap warnanya yang kuning cerah di bawah lampu sorot lab. "Warnanya memang terlihat sempurna menipu mata, tapi kandungannya sudah berubah total menjadi konsentrat racun saraf."Adam melangkah mendekat, berdiri di samping meja uji coba dengan raut wajah yang masih diliputi kecemasan mendalam. "Jadi... apa yang salah dengan obat itu, Pak Sug
Read more