Keesokan pagi, Kemala mengetuk-ngetuk pintu kamar Erinka, ia tidak ingin menunggu waktu lama untuk menjalankan rencana besarnya, hari ini juga semuanya akan dimulai. “Ada apa, Mah?” tanya Erinka saat membukakan pintu kamar untuk mamanya.“Nek Dewi sakit keras, Nak... kita harus pergi ke rumah nenekmu pagi ini juga,” ucap Kemala memberitahu putrinya dengan ekspresi cemas yang sangat meyakinkan.“Ya ampun... Nenek sakit apa, Mah?” tegas Erinka mendadak jadi khawatir.“Semalam nenekmu pingsan, darah tingginya tiba-tiba kambuh,” jelas Kemala. “Ayo kamu siap-siap... setelah sarapan kita langsung berangkat, papamu juga akan ikut,” tambahnya membuat Erinka terlihat mulai panik. Setelah Erinka bergegas masuk kembali ke dalam kamarnya, Kemala yang masih berdiri di depan pintu tersenyum seorang diri, ia merasa senang Erinka mempercayai ucapannya.Setelah sarapan, sesuai rencana Kemala sekeluarga pergi keluar kota. Selama perjalanan, Erinka yang duduk di kursi belakang, memilih lebih banyak be
Read more