Melihat Inspektur Zakie berjalan ke arahnya, Mawar segera bergegas pergi, berpura-pura ke kamar kecil yang berada di pojok arena. Tentu saja ia tidak ingin kehadirannya diketahui kekasih gelapnya.“Wah, siapa temanmu ini?” tanya Inspektur Zakie saat melihat seorang wanita menemani Erinka.“Ini pacarku, Pak Inspektur!” ucap Hendrik spontan, sambil melingkarkan tangannya ke tubuh Meygi.“Seharusnya tidak dibenarkan bawa orang lain ke acara ini,” jelas Zakie.“Dia ini kemana saja aku pergi maunya nempel terus kayak perangko, Pak,” ucap Hendrik beralasan sambil merapatkan pelukannya pada Meygi. Meygi tampak tertunduk malu dipeluk lelaki yang baginya masih bau kencur seperti Hendrik.“Ayo duduk di depan lagi, Erinka,” ajak Inspektur Zakie.“Aku duduk di sini saja, setidaknya di sini aku ada temang ngobrol,” ujar Erinka.“Iya, Pak Inspektur, biarkan saja Bu Erin menemani pacarku, soalnya kalau pertandingan dimulai aku dan Tony pasti akan nonton ke depan,” jelas Hendrik coba meyakinkan Inspe
Read more