Edgar merebahkan tubuh Selina di tengah ranjang berukuran king-size yang empuk.Sebelum Selina sempat membenahi posisinya, tubuh tegap Edgar sudah mengungkungnya dari atas, menindih Selina dengan dominasi mutlak yang tak memberi celah sedikit pun untuk meloloskan diri.Tanpa mengucap sepatah kata pun, Edgar menunduk dan menyergap bibir Selina dalam sebuah ciuman yang langsung membakar.Ciuman itu tidak lagi memiliki kelembutan; itu adalah serangan liar, panas, dan menuntut.Lidah Edgar menerobos masuk dengan kasar, membelit lidah Selina, menyapu setiap sudut rongga mulutnya, dan menyerap saliva yang bertukar di antara mereka.Selina melenguh tertahan, kedua tangannya yang gemetar bergerak naik untuk meremas bahu berotot Edgar, terhanyut sepenuhnya oleh keliaran pria yang sedang menguasainya.Puas melahap bibir Selina hingga membengkak basah, Edgar mengalihkan kecupannya turun ke garis rahang, menyusuri leher jenjang Selina yang jenjang.Tangannya yang lincah bekerja cepat melucuti pak
Read more