Permintaan bermanja yang meluncur lirih dari bibir Selina seketika menyulut pendar kehangatan yang amat pekat di mata elang Edgar.Senyuman tipis yang teramat memikat terbit di wajah tampannya. Pria penguasa itu merendahkan posisinya, menyatukan kening mereka seraya mengusap lembut pipi Selina yang mulai merona hangat."Apapun yang kamu inginkan, Sayang. Malam ini seluruh tubuh dan jiwaku milikmu," bisik Edgar dengan suara bariton rendahnya yang serak, sarat akan gairah yang terikat rapi oleh kelembutan.Dengan gerakan yang teramat pelan dan penuh penghormatan, jemari tegap Edgar merayap ke tali gaun tidur sutra berwarna krem yang melekat di tubuh Selina.Ia melucuti kain halus itu melintasi bahu mulus istrinya, membiarkan gaun tersebut meluncur turun tanpa tergesa-gesa.Di bawah pendar redup lampu tidur bernuansa warm gold, tubuh polos Selina terekspos sempurna, begitu bersinar, ranum, dan memikat di usia kehamilan tuanya.Edgar menahan napas sejenak, mengagumi keindahan istrinya den
Leer más