Sensasi tendangan balasan dari dalam perut Selina masih menyisakan getaran hangat yang meluap-luap di dada Edgar.Pria penguasa bursa saham itu tidak langsung berdiri.Dengan ketelitian dan ketenangan yang bertolak belakang dari sosoknya yang dingin di meja direksi, Edgar melonggarkan ikatan dasinya, melepas kancing teratas kemejanya, lalu melipat lengan kemeja putih mewahnya hingga sebatas siku."Sudah cukup duduknya, Sayang. Kakimu mulai terlihat membengkak lagi," ujar Edgar dengan suara bariton rendahnya yang teramat lembut.Tanpa menunggu persetujuan, Edgar membimbing Selina secara perlahan untuk menyandarkan punggungnya di sudut sofa panjang yang paling empuk.Dengan kehati-hatian ekstra, ia mengangkat kedua kaki Selina yang sedikit membengkak khas usia kehamilan trimester akhir, lalu meletakkannya di atas pangkuannya sendiri."Edgar, tidak usah. Kaki aku kotor, nanti kemeja mahalmu ternoda," bisik Selina canggung, hendak menarik kembali kakinya.Edgar menahan pergelangan kaki Se
Leer más