Goresan darah merah di leher jenjang Tiffany memancarkan pendar mengerikan di bawah pendar layar gawai yang berkedip kusam. Tetesan darah segar itu merembes perlahan, mengotori kerah putih jas dokter yang dikenakannya, lalu menetes ke lantai semen dingin. Di dalam layar gawai, tatapan mata obsidian milik Ethan Vance tampak menggelap total, memancarkan amarah liar yang sanggup meruntuhkan seluruh isi kota.Thomas memutar pegangan pisaunya dengan santai, menikmati kepanikan yang terpancar dari raut wajah rival utamanya."Pemandangan yang sangat menakjubkan, bukan?" bisik Thomas dengan suara parau yang amat culas. "Si Tiran berdarah dingin yang agung mendadak tidak berdaya hanya karena segores luka di leher wanita simpanannya.""Katakan apa mauu, Thomas!" bentak Ethan dari seberang saluran, suaranya menggelegar menembus bisingnya raungan pemadam kebakaran di belakangnya. "Sebutkan harganya sekarang juga sebelum aku sendiri yang mencabut nyawamu!"Thomas tertawa pelan, memiringkan ke
Read more