Dada bidang Ethan yang membusung keras menjadi satu-satunya tempat bersandar bagi tubuh Tiffany yang rapuh. Kehangatan yang memancar dari balik kemeja hitam pria itu perlahan-lahan merembes, menembus kain baju dokter yang koyak dan mendingin. Setiap detak jantung Ethan yang berdentum kencang di bawah telinga Tiffany terasa seperti ketukan nyata yang meruntuhkan sisa-sisa dinding pertahanan dirinya.Pertahanan mental Tiffany runtuh sepenuhnya tanpa sisa.Selama ini ia selalu bersikap tangguh, menyembunyikan setiap trauma, ketakutan, dan rasa sakit di balik senyuman dingin serta profesionalisme seorang dokter. Ia melatih dirinya untuk tidak bergantung pada siapa pun, meyakinkan hatinya bahwa cinta adalah racun yang bisa membunuhnya untuk kedua kali. Namun malam ini, di dalam kabin mobil yang terus melaju membelah kegelapan, ketahanan itu hancur berkeping-keping.Untuk pertama kalinya dalam kehidupan kedua ini, air matanya tumpah tanpa bisa dibendung lagi.Cairan hangat meluncur der
Read More