Ujung helaan napas Ethan terasa membakar di atas kulit bibir Tiffany. Seluruh sisa jarak yang memisahkan mereka berdua mendadak melenyap, menyisakan hawa hangat yang memabukkan di dalam kamar tidur sayap barat. Ketegangan, rasa cemburu yang memendam, serta kecurigaan yang menyiksa selama seminggu penuh menguap tanpa bekas, berganti dengan pusaran gairah dan kerinduan yang amat pekat.Tiffany memejamkan matanya rapat-rapat, membiarkan pertahanan egonya meluruh total di bawah dominasi pria di atasnya.Kedua tangannya yang semula terkunci ketat perlahan dilonggarkan oleh genggaman Ethan. Jemari lentik Tiffany bergerak ragu, naik menyusuri dada bidang berbalut kemeja hitam yang kancing atasnya sudah terbuka. Detak jantung Ethan yang bergemuruh kencang terasa jelas di telapak tangannya, menjadi bukti nyata bahwa pria tak tersentuh ini pun sama gila dan tersiksanya selama mereka berjarak."Jangan pernah coba-coba kabur lagi dariku, Tiffany," bisik Ethan serak, suaranya sarat akan kekuas
Baca selengkapnya