Tiffany mencengkeram kuat dada jas tebal yang dikenakan Ethan, meremas kain kemeja suaminya hingga berkerut parah. Tubuh wanita itu membungkuk sedikit, menahan guncangan tak terlihat yang menghantam tubuhnya dari dalam. Wajah cantiknya yang beberapa detik lalu tampak tegar kini berubah pucat pasi, kehilangan seluruh warna alaminya dalam waktu singkat.Rasa mual yang luar biasa hebat meletup dari dasar perutnya, merayap naik dan membakar kerongkongannya.Dunia di sekeliling Tiffany rasanya berputar liar sewaktu aroma alkohol menyengat dari pakaian Christian dan wewangian parfum para tamu pesta melebur jadi satu di udara. Rasa pusing yang tajam menghantam pelipisnya, memaksa matanya terpejam rapat demi menahan sensasi mual yang siap meledak. Pegangannya pada dada jas Ethan kian kencang, menjadi satu-satunya tumpuan agar dirinya tidak roboh ke atas marmer dingin."Ethan ...," bisik Tiffany dengan suara tersendat, hampir kehilangan seluruh pasokan napasnya.Sentuhan bergetar dan rint
Leer más