Tidak ada satu pun tamu di lobi pesta mewah itu yang berani bernapas dengan normal. Udara di sekitar area bar minuman seolah-olah mendadak membeku sepenuhnya, menyisakan keheningan yang begitu pekat dan melumpuhkan. Ratusan pasang mata sosialita, pengusaha ternama, hingga para gaun malam mahal terpaku kaku pada kepalan tangan Ethan Vance yang mengudara dengan buku-buku jari memutih.Ancaman maut yang dipancarkan oleh penguasa bisnis itu benar-benar riil dan sanggup menghentikan detak jantung siapa saja yang menyaksikannya secara langsung.Arthur Sinclair, yang menyadari bahwa pembantaian berdarah di depan publik akan meruntuhkan reputasi acara dan perusahaannya, akhirnya mengumpulkan sisa-sisa keberanian terakhirnya. Dengan wajah pucat pasi dan peluh dingin yang membanjiri leher, pria tua itu melangkah maju setengah inci, memberanikan diri mengulurkan tangannya yang gemetar hebat untuk menggapai lengan jas mahal milik Ethan."Tuan Vance, saya mohon, kendalikan diri Anda!" panggil
Baca selengkapnya