Christian makin merapatkan tubuhnya, memotong sisa udara di antara mereka hingga aroma alkohol murahan bercampur keringat dingin menyengat hidung Tiffany. Tangannya yang gemetaran mempererat cengkeraman pada meja bar, seolah kain kasmir dan kayu tebal itu satu-satunya hal yang menahannya agar tidak jatuh pingsan. Matanya yang merah berkilat ganjil, menyapu seluruh kurva wajah Tiffany yang terpapar sorotan lampu kristal lobi.Tiffany tidak menunjukkan retakan kecil pun di wajahnya. Ia tetap memegang kaki gelas sampanye dengan stabil, membiarkan dinginnya kaca mendinginkan tangannya yang siap melayang ke pipi pria di depannya."Singkirkan badanmu, Christian," desis Tiffany dengan nada sangat datar, suara yang cukup pelan agar tidak memancing keributan, tapi cukup tajam untuk mengiris harga diri.Christian terkekeh pelan, tawa pendek tak berjiwa yang terdengar menyedihkan di tengah denting musik klasik pesta. Ia menggelengkan kepalanya perlahan, membiarkan helai rambutnya yang acak-a
اقرأ المزيد