Sinar matahari pagi menembus celah gorden sutra kelabu di kamar sayap barat, memantulkan pendaran terang pada permukaan meja kerja kayu ek milik Tiffany. Bunyi getar ponsel pintarnya yang bergerak liar di atas permukaan kayu memecah keheningan ruangan yang baru saja ditinggalkan oleh pelayan pembawa nampan teh. Nama Arthur Sinclair berkedip di layar digital, memicu seulas senyuman sinis di sudut bibir Tiffany sebelum ia menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan tersebut."Selamat pagi, Papa, ada angin apa meneleponku sepagi ini?" tanya Tiffany sembari menyandarkan punggungnya pada bantalan kursi kerja yang empuk."Tiffany, akhirnya kamu mengangkat teleponku juga setelah seminggu penuh mengabaikan pesan sekretarisku," sahut Arthur dari seberang talian dengan nada suara yang sengaja dibuat seramah mungkin."Jadwalku di Instalasi Gawat Darurat sedang sangat padat karena pergantian manajemen baru korporasi, Papa tentu tahu itu," kilah Tiffany, jemarinya mengetuk-ngetuk pelan per
Read more