Tiffany tidak memalingkan wajah sedikit pun dari tatapan intimidatif Ethan. Ruangan perjamuan yang tadi terasa sesak oleh keangkuhan keluarga Sinclair, kini seolah menyusut menyisakan ruang bagi mereka berdua. Christian di sampingnya tampak gelisah, jemarinya meremas serbet kain di pangkuan dengan gerakan yang gelisah. Beatrice terdiam, matanya beralih dari satu wajah ke wajah lain, mencari celah untuk mengambil alih kendali percakapan yang mulai tidak terkendali ini."Aku memilihmu karena aku lelah dengan kelemahan," jawab Tiffany dengan nada bicara yang datar namun sangat tajam.Suaranya memecah kesunyian, mengalir dengan jernih tanpa sedikit pun getaran ragu. Dia melirik sekilas ke arah Christian yang masih berusaha memasang topeng percaya diri, meskipun keringat dingin mulai terlihat di pelipisnya. Tiffany tidak perlu menyebut nama, namun sindiran itu sudah cukup telanjang untuk melukai harga diri pria yang pernah mengkhianatinya di kehidupan masa lalu. Setiap kata yang ia ucapk
閱讀更多