Elena Moretti memiringkan kepalanya sedikit, membiarkan helaian rambut pirangnya jatuh di atas bahu yang terbuka sembari melangkah maju satu tapak hingga aroma parfum mawar hitam miliknya mendominasi udara di antara mereka. Tatapan matanya yang dilapisi perona gelap itu tampak berkilat geli saat kembali memperhatikan stetoskop yang menyembul dari balik kantong mantel wol kelabu milik Tiffany. Keangkuhan yang dibawa oleh wanita Moretti ini terasa begitu pekat, seolah-olah dia baru saja membeli seluruh aset bangunan megah ini beserta isinya hanya dalam waktu satu malam penayangan gosip."Aduh, sayang sekali, Dokter Sinclair baru pulang pada jam sekukus ini dari tugas kemanusiaan yang mulia itu?" sapa Elena, menggunakan intonasi suara yang sengaja dibuat manja namun mengandung racun yang sangat kentara pada tiap penekanan katanya."Jam kerja medis tidak pernah mengikuti jadwal bersenang-senang di kelab malam, Nona Moretti," jawab Tiffany, posisi tubuhnya tetap tegak lurus tanpa menunju
Read more