Di dalam keheningan kamar tidur yang gelap gulita tanpa ada satu pun lampu yang menyala, kilasan memori masa lalu dari kehidupan pertamanya mendadak berputar kembali dengan sangat cepat di dalam kepala Tiffany. Bayangan-bayangan mengerikan itu muncul seperti sebuah gulungan film tua yang rusak, menampilkan potongan-potongan adegan berdarah yang selama ini selalu coba dia kubur dalam-dalam di dasar ingatan paling bawah. Dia melihat dirinya sendiri yang dulu, seorang wanita lemah yang tidak memiliki harga diri, sedang berlutut di atas lantai ubin yang dingin sembari menangis tersedu-sedu di depan kaki Christian Ashford."Christian, tolong jangan tinggalkan aku demi wanita itu, aku akan memberikan apa saja yang kamu minta," ratap sosok dirinya di masa lalu dalam kilasan memori tersebut."Hubungan kita sudah berakhir, Tiffany, kamu tidak lebih dari sekadar batu sandungan bagi masa depan bisnis saya," sahut suara Christian yang terdengar sangat kejam dan dingin di dalam ingatan."Aku s
Read more