Pagi itu di apartemen, sisa-sisa kehangatan kesepakatan semalam masih terasa menenteramkan. Malikha sedang merapikan draf berkas panti asuhan di meja tengah saat Reyhan mendekatinya dengan langkah yang jauh lebih santai. Tidak ada lagi ketegangan kaku di antara mereka setelah ego masing-masing luluh dalam musyawarah yang jujur."Aku sudah meminta Hendra memastikan tidak ada berkas liar yang masuk ke meja dewan komisaris hari ini, Malikha," ucap Reyhan, suaranya lembut sembari menyerahkan segelas air putih hangat kepada istrinya. "Kita akan jalankan rencana tabayyun ke Paman Supardi sore nanti secara tenang, sesuai masukan penting darimu."Malikha menerima gelas itu, menyunggingkan senyuman manis yang menjadi penawar kecemasan bagi sang suami. "Alhamdulillah, terima kasih, Mas. Nilai adab mengajarkan kita untuk menjaga batasan, tetapi tetap kompak sebagai satu tim. Selama kita tidak menempuh cara yang zalim, insya Allah jalan
続きを読む